Abdul Rahman Saleh
Suatu sore, dalam perjalanan menuju rumah anak saya,
kemacetan kembali menjadi pemandangan yang nyaris rutin. Di depan sekolah,
pasar, dan terminal, kendaraan menumpuk. Angkutan umum berhenti di mana saja,
penumpang naik turun tanpa aturan yang jelas, dan jalan seolah kehilangan
fungsinya sebagai ruang bersama. Ini bukan peristiwa luar biasa. Justru karena
terlalu biasa, kita jarang lagi mempertanyakannya.






