Senin, 20 April 2026

Antara Antrean dan Jalanan: Mengapa Ketertiban Kita Sulit Tumbuh

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT


Abdul Rahman Saleh

Suatu sore, dalam perjalanan menuju rumah anak saya, kemacetan kembali menjadi pemandangan yang nyaris rutin. Di depan sekolah, pasar, dan terminal, kendaraan menumpuk. Angkutan umum berhenti di mana saja, penumpang naik turun tanpa aturan yang jelas, dan jalan seolah kehilangan fungsinya sebagai ruang bersama. Ini bukan peristiwa luar biasa. Justru karena terlalu biasa, kita jarang lagi mempertanyakannya.

Untuk baca lanjut silakan klik tautan ini

Minggu, 19 April 2026

Diplomasi Perut: Haruskah Kita "Dijajah" oleh Rasa dari Luar?

Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI

 Oleh: Abdul R Saleh

Pagi itu, di depan layar televisi, saya tertegun melihat sebuah tayangan tentang kuliner Korea. Ada sebuah kontradiksi yang cukup menggelitik hati: betapa fasihnya anak muda kita melafalkan nama-nama seperti mujiage, ramen, atau odeng, namun mungkin akan mengernyitkan dahi saat mendengar plecing kangkung, tahu tek, atau lontong kupang. Fenomena ini memicu sebuah pertanyaan besar: apakah kita sedang berada di ambang "penjajahan" bentuk baru?

Untuk membaca lanjutan teks ini silakan klik tautan di sini

Sabtu, 18 April 2026

Perpustakaan yang Ada, tetapi Tidak Hadir

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul Rahman Saleh

Suatu hari, saya melakukan pengamatan sederhana. Saya menanyai sepuluh orang yang saya temui: “Apakah Anda tahu bahwa di Bogor ada perpustakaan umum?” Hasilnya mengejutkan sekaligus menggelitik—hanya satu orang yang menjawab tahu. Ketika ditanya lebih jauh, ia pernah berkunjung. Itupun lebih dari setahun lalu, dan kebetulan ia adalah mahasiswa jurusan perpustakaan.

Silakan di"klik" untuk lanjut meembaca

Kamis, 16 April 2026

Membaca, Kesabaran, dan Hilangnya Latihan Batin

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul Rahman Saleh

Dulu, membaca adalah pengalaman yang pelan, bahkan nyaris kontemplatif. Sebuah novel setebal dua ratus halaman terasa ringan. Dalam satu atau dua hari, ia bisa tamat—bukan karena terburu-buru, tetapi karena kita tenggelam di dalamnya. Saya masih ingat, ketika remaja, kami berebut membaca kisah petualangan karya Karl May. Nama-nama seperti Old Shatterhand dan Winnetou bukan sekadar tokoh, melainkan dunia yang kami masuki. Kami seolah-olah berada di padang praire, menunggang kuda, merasakan angin dan debu yang sama.

Untuk membaca lanjutan artikel ini silakan klik tautan ini

Rabu, 15 April 2026

Membaca, Kesabaran, dan Generasi Gulir

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Oleh Abdul Rahman Saleh

Beberapa waktu lalu saya membagikan tulisan berjudul “Membaca dan Seni Memperhalus Budi” di grup senam lansia. Tidak lama kemudian, seorang ibu berkomentar, “Kalau begitu kirim bacaannya, Pak…”

Istri saya pun merespons dengan mengirim foto koleksi novel kami di rumah. Isinya cukup beragam—karya-karya populer yang dulu sangat akrab di tangan pembaca Indonesia: Mira W, V. Lestari, S. Mara Gd, Abdullah Harahap, Marga T, dan lain-lain. Novel-novel itu bukan buku berat. Rata-rata hanya sekitar 250–300 halaman. Bahkan ada yang hanya 100 halaman.

Untuk terus membaca, silakan klik tautan ini

Minggu, 12 April 2026

Pikun pada Usia Pensiun: Kapan Wajar, Kapan Harus Waspada?

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul Rahman Saleh

(pensiunan Pustakawan IPB) 

Saat memasuki usia pensiun, banyak orang mulai mengeluh mudah lupa. Lupa menaruh barang, lupa nama orang, atau lupa janji sering dianggap hal biasa karena usia. 

Memang benar, sebagian pikun adalah wajar. Namun perlu diketahui, ada pikun yang menandakan penyakit, dan ini penting dikenali sejak awal agar tidak terlambat ditangani.

Untuk terus membaca silakan klik di sini

Brain Rot pada Lansia dan Tantangan Literasi Digital Kita

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT
Abdul Rahman Saleh

(Pensiunan Pustakawan IPB)

Indonesia sedang menikmati bonus usia harapan hidup. Jumlah lansia meningkat, dan banyak di antaranya menjalani masa pensiun yang lebih panjang dibanding generasi sebelumnya. Namun, di balik capaian ini, ada satu persoalan yang jarang disentuh dalam kebijakan publik: kualitas kehidupan mental lansia di era digital.

Untuk membaca kelanjutan teks ini silakan klik di sini

Sebelum Berbicara di Depan Publik

  Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul R Saleh Belakangan ini, kita sering menyaksikan pola yang berulang dalam ruang publik. Seo...